Peran Pendidikan Informal dalam Membentuk Karakter Anak
Pendidikan informal memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak. Hal ini dikarenakan pendidikan informal dapat memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Dalam proses ini, karakter anak-anak akan terbentuk secara alami dan lebih otentik.
Menurut Pakar Pendidikan, Prof. Dr. Anis Budiwati, “Peran pendidikan informal dalam membentuk karakter anak tidak boleh dianggap remeh. Kegiatan di luar sekolah seperti bermain, berinteraksi dengan teman sebaya, dan belajar dari lingkungan sekitar juga memiliki kontribusi yang besar dalam pembentukan karakter anak.”
Salah satu contoh peran pendidikan informal dalam membentuk karakter anak adalah melalui kegiatan bermain. Melalui bermain, anak-anak belajar tentang kerjasama, komunikasi, dan juga belajar mengontrol emosi. Dengan bermain, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan sosial dan juga kreativitas mereka.
Dr. Dewi Kurniasih, seorang psikolog anak, juga menambahkan bahwa “Pendidikan informal memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan kepercayaan diri. Dengan begitu, anak-anak akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.”
Selain melalui kegiatan bermain, pendidikan informal juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika anak diajak untuk berbelanja di pasar tradisional, mereka akan belajar tentang nilai uang, interaksi sosial, dan juga kemandirian.
Secara keseluruhan, peran pendidikan informal dalam membentuk karakter anak sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan. Orangtua dan pendidik perlu memberikan perhatian yang cukup terhadap pendidikan informal agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebagaimana dikatakan oleh Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia.” Dan pendidikan informal adalah salah satu bentuk senjata tersebut.